Skip to main content

Lestariin.com – Kerusakkan hutan tropis terbesar dunia Amazon kian menjadi setelah dilanda kebakaran hebat belum lama ini. Bencana ini mengundang keprihatinan dari lintas profesi. Tak terkecuali para artis film dunia.

Dua aktor papan atas dunia, Leonardo DiCaprio dan Will Smith turut menyuarakan keprihatinannya. Leo dan Will baru-baru ini mendonasikan dana senilai US$ 5 juta atau sekira Rp 70,5 miliar untuk hutan hujan terbesar itu. Donasi yang diberikan cukup unik, karena keduanya membuat sneaker khusus yang hasil penjualannya diserahkan untuk penanganan hutan Amazon.   

Donasi disalurkan melalui yayasan lingkungan milik DiCaprio, Earth Alliance, yang juga dibentuk bersama filantropis Laurene Powell Jobs (istri mendiang Steve Jobs) dan Brian Sheth. Donasi itu lalu diserahkan pada organisasi Amazon Forest Fund (AFF). AFF selaku penghimpun dana dari berbagai sumber, menggunakannya untuk membantu partner lokal dan komunitas penduduk asli yang turut melindungi hutan Amazon.  

Sementara, sneaker yang diinisiasi oleh DiCaprio dan will Smith bekerja sama dengan brand Allbirds, yang salah satu pemegang sahamnya, DiCaprio sendiri. Allbirds tak sendiri, tetapi juga berkolaborasi dengan perusahaan air minum milik Smith, JUST. Mereka berdua bekerja sama memproduksi seri sepatu sneaker eksklusif dan terbatas di mana seluruh keuntungannya didonasikan.  

“Hanya ada satu bumi, dan tanggung jawab kita melindunginya. Hutan Amazon Brasil, sebagai penyerap karbon terbesar, sudah berbulan ini dilanda kebakaran. Hutan yang tak jauh dari rumah (AS). Kolaborasi bisnis yang mendorong inovasi, solusi keberlanjutan adalah salah satu jawaban terhadap masalah ini dan masa depan kita. Penting bagi kami untuk mendukung brand yang memberi nilai lebih daripada apa yang mereka dapatkan,” tutur Will Smith dalam komentarnya.    

Di luar soal bencana Amazon, Leonardo DiCaprio adalah aktor dan pesohor yang paling getol menyuarakan dukungannya pada lingkungan. Yayasan amal yang didirikannya bahkan sudah meraup dana US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,41 triliun untuk menyelamatkan bumi dari ancaman perubahan iklim.

Kebakaran yang melanda hutan Amazon hingga 72 ribu titik api secara cepat melepas emisi karbon dioksida ke atmosfir. Di sisi lain, kebakaran tersebut menghancurkan proses penyerapan jutaan ton emisi karbon oleh hutan Amazon (seluas 5,5 juta kilometer persegi) per tahunnya. Padahal hutan hujan ini merupakah salah satu pertahanan terbesar bumi dalam melawan krisis iklim.  Tak sekedar mengancam iklim, bencana juga meluluhlantakkan keragaman hayati dan habitat penduduk asli hutan amazon.

Peran PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di SukabumiEkonomi

Peran PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Sukabumi

LestariinLestariinMarch 18, 2020
Tiga Perusahaan Global ini Dinilai Pencemar Plastik TerbesarTata Kelola

Tiga Perusahaan Global ini Dinilai Pencemar Plastik Terbesar

LestariinLestariinDecember 11, 2020
Selain Pandemi COVID-19, Ada Ancaman Lain: Resistensi AntimikrobaTata Kelola

Selain Pandemi COVID-19, Ada Ancaman Lain: Resistensi Antimikroba

LestariinLestariinNovember 22, 2020