Kudus, MajalahCSRid – Purupiru, perusahaan konsultan komunikasi, kembali melaksanakan kegiatan program CSR perusahaan. Kali ini realisasi program berupa pelatihan strategi branding kepada badan usaha Muhammadiyah Kudus yang bergerak di sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan, seperti PAUD, sekolah, pesantren, dan rumah sakit. Pada proses pelaksanaan pelatihan, Purupiru bekerja sama dengan media online Muriamu.id sebagai koordinator dan penyelenggara kegiatan.
Pelatihan sehari ini diikuti oleh sembilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yaitu SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, MI Muhammadiyah 1 Kudus, Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus, Universitas Muhammadiyah Kudus, SMK Muhammadiyah Kudus, RS Aisyiyah Kudus, SD Muhammadiyah 1 Kudus, SMP Muhammadiyah 1 Kudus, dan TPA Aisyiyah Darussalam Kudus, yang bertempat di SMA Muhamaddiyah Kudus.
Penggunaan strategi branding yang tepat akan membuat produk dan perusahaan dikenali, dicintai, dan diingat oleh konsumen. Hal ini disadari betul oleh Purupiru, sehingga melalui program CSR, perusahaan berinisiatif membantu lembaga sosial kemasyarakatan AUM tersebut di Kudus, Jawa Tengah, pada Rabu (21/12/2022).
Salah satu cara penting untuk mendorong bisnis berkembang adalah melalui strategi branding yang tepat dan mumpuni. Di sisi lain, menurut definisi ilmiahnya, strategi branding merupakan sebuah usaha untuk mengenalkan nilai-nilai bisnis pada konsumen.
Ada beberapa aspek yang menjadi bagian dari branding, yaitu nama, logo, tagline, slogan, dan pemilihan warna. Sementara untuk jenisnya, entitas branding memiliki ragam bentuk, mulai dari produk, korporasi, personal, geographical, cultural, service, co-branding, retail branding, hingga “no branding” branding.
Menurut Wawan Buditjahyono, Creative Director Purupiru, yang juga pemateri pelatihan, brand adalah apa yang orang lain katakan tentang produk, perusahaan atau apapun (termasuk lembaga), sementara yang bersangkutan tidak ada di sana.
Wawan ternyata memiliki pandangan sendiri terhadap brand. “Brand bukanlah (melulu) soal logo atau pun produk. Produk hanya dibuat di pabrik. Brand juga bukanlah iklan atau marketing, apalagi janji manis kampanye. Brand (justru) diciptakan dalam pikiran,” jelasnya.
Wawan mencontohkan perusahaannya yang bernama Purupiru. “Purupiru itu berasal dari kata filosofi jawa, urip iku urup, yang artinya hidup itu nyala, yang lantas menjadi ide Mas SAM untuk membaliknya jadi penamaan perusahaan (yang unik dan mudah diingat),” ungkap Wawan.
Sementara itu SAM August Himawan, Managing Director Purupiru, yang turut jadi pemateri pelatihan, menekankan pentingnya strategi marketing dalam sebuah organisasi. Ia mengajak para peserta untuk menganalisis strategi marketing yang cocok untuk masing-masing lembaga AUM dengan menggunakan cara analisis SWOT, Marketing MIX, dan STP.
Tujuan penyelenggaraan pelatihan adalah untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas strategi branding lembaga AUM di Kudus. Hal ini ditegaskan oleh Affan Wazzar Achmad, CEO Muriamu.id. Menurutnya, AUM harus mampu melakukan branding secara profesional.
“Kita semua sudah sepakat bahwa era digital saat ini punya peran yang penting (meningkatkan strategi branding). Oleh karena itu, Muriamu.id ingin mengajak AUM di Kudus untuk mampu dan mau melakukan branding secara baik dan jitu agar tidak kalah saing dengan kompetitor lain,” katanya.
Wawan berharap konsep dan rancangan strategi branding yang nanti disusun oleh AUM, tidak hanya sekedar menjadi wacana, namun mampu terealisasikan dengan baik di lapangan.
“Harapannya, proses merancang strategi marketing dan branding ini tidak hanya selesai setelah pelatihan ini berakhir. Muriamu.id akan melakukan komunikasi lebih lanjut dengan PDM Kudus dan Dikdasmen PDM Kudus, agar pendampingan tetap dapat dilakukan, sehingga konsep dan rancangan yang dibuat tidak hanya sekedar menjadi wacana, namun mampu terealisasikan dengan baik,” pungkas Wawan.
Purupiru merupakan agensi komunikasi dan marketing korporasi, yang memiliki tiga layanan, mulai dari public relations, CSR, sustainability. Lalu digital communication, dan terakhir creative and production. Purupiru pun sudah berpengalaman menangani beragam klien, mulai dari pemerintah, organisasi lembaga, korporasi, bertaraf nasional hingga global.
Beberapa klien tersebut di antaranya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, Lembaga Manajemen Aset Negara, PT Rimba Makmur Utama, Le Minerale, Teh Pucuk Harum, PT Mayora, Sasa Tepung Bumbu, CIMB Niaga Syariah, Garuda Indonesia, PT PLN, Technoplast, World Bank, FAO, PZ Cussons, USAID, SR Asia, Oxfam, dan masih banyak lagi.



